Sunday, August 21, 2016

MUSRENBANG (Bagian 2)


I still remember, since then i have a dream which encourage my self to study abroad. Study on Universitas of Technology Sydney or one of University in Thailand. But the reality was different. I continue my master degree in the same Institut of Technology which i get my bachelor. It was about opportunity that i had to choose.

The first reason why i want to get my master in Australia, specially Sydney. Sydney have better eduction than other country about Environmental Engineering. But, My weakneses is about english. Learning English is very difficult for me. For example is Writing and speaking. I am trying to join some of the courses but the result is nothing. I can not improve my English.

Jadi, rencana kedua saya adalah melanjutkan pendidikan saya di Asia dan Thailand yang menjadi pilihan saya.
Kenapa Thailand? karena . . .
Entah bagaimana awalnya, ketertarikan dengan Thailand dimulai karena pada tahun terakhir kuliah, saya rutin mengkonsumsi film Thailand. Semua gender film Thailand yang telah saya tonton, mulai dari horror; action; drama cinta-cintaan yang berakhir tangis; sampai film yang memotivasi selalu menyajikan tawa.
Ya ya ya ...
Itu mungkin karena accent dialectnya yang mengundang tawa bagi saya.
Karena itu saya rasa kalau saya kuliah di Thailand, lingkungannya akan sangat menyenangkan.
Mimpi itu saya tulis rapi di daftar mimpi saya tapi lama tak pikirkannya karena saya sudah dengan kuliah saya yang baru.

Until my friend, Wahyu tell me about Joint Workshop Global Engginer (JWGE) 2016. JWGE is the event to conferences and 3MT competition in level of ASEAN. They allow students from Indonesia, Japan and Malaysia to come in Thailand to present our project also with all of the background. I apply those competition in the last minute after Ica. so, I just have 3 hours to prepare the requirement and can you imagine that?

Mengadaptasi Kompetisi Three Minutes Theses (3MT) di Quensland Australia adalah mekanisme seleksi yang dilakukan panitia untuk seleksi JWGE. Intinya kompetisi adalah sebuah media, dimana kita harus mempresentasikan penelitian kita selama 3 Menit dalam bahasa Inggris dan harus dipahami oleh khalayak umum.  Karena persiapan yang terburu-buru, jadi waktu seleksi sempat ragu.

But, Alhamdulillah. I never think that i can get those opportunity where as i do not have enough time to prepare that. Finally, i make short conclusion that if we think it can make us sucess do not think twice. Just try it first and you will know the result. Brave to try something different. Because this is the first Time for me joint the event like this.

 JWGE 2016 Participant at King Mongkut's University Of Technology Thonburi


~ yaelah mimpinya ke Thailand doang ~

wait wait wait bukan itu intinya

Kalau kata orang ini itu namanya "biarlah tangan tuhan yang bekerja" *asek*
Tulis, Tulis, Tulis, Tulis dan Tulis apa yang jadi mau kita, 
kalau cuma dibayangin nanti ngilang karena lupa.
Selanjutnya ranah kita hanya sebatas usaha ditambah doa.
Nah, urusan jadi atau enggak itu udah bukan bagian kita.
sekecil apapun mimpi kita tapi kalau apa yang kita tulis jadi nyata,
itu rasanya lebih gimana gitu.

Dulu pikir saya ini (nulis mimpi) cuma salah satu cara untuk menyemangati anak-anak muda yang mau ketemuan sama ujian. oh ternyata beneran kejadian sama saya.

Lewat jalan ini saya bisa belajar salah satu kompetisi yang lahir di Australia,
Lewat jalan ini saya bisa mampir ke Thailand (negara yang bakal bisa bikin aku hepiii terus kalau aku kuliah disana hahahaha) 
dan lewat cara ini juga saya bisa mencoret salah satu keinginan saya. Banyak cara dan jalan yang Tuhan punya, Dan ini juga cara Allah mewujudkan keinginan saya.

Salam, Rifda Rahman.
Share:

Saturday, July 9, 2016

Berusaha Menangis

Pernah dengar Tabaki?

Tabaki itu berusaha menangis yang dianjurkan Nabi untuk melembutkan hati.
Allah menggambarkan orang-orang salih dengan menyebutkan
"… Bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih, mereka rebah bersujud dan menangis” (QS 19:58)
"mereka merebahkan diri atas muka mereka sambil menangis dan bertambahlah kekhusyukan mereka” (QS 17:109)

Mereka dengan mudah menangis, karena hati mereka sudah sangat lembut.
Tetapi kepada orang biasa, yang sukar menangis, Nabi menasihatkan untuk tabaki.

Jadi, Islam itu mengajarkan kecengengan, keputusasaan, dan ketidak-berdayaan?
Jadi, Islam itu menanamkan pesimisme ? bukan ketabahan, kesabaran, dan keuletan?
Karena rentetan pernyataan ini, sebagian ulama, seperti as-Sakhawi, membid’ahkan tabaki.

Namun, Sayyid Rasyid Ridha, yang dikenal sebagi penentang bid’ah yang paling militan, untuk menolak anggapan ini. Ia menyatakan bahwa menangis dan merekayasa diri supaya menangis sehingga khusyuk sangat baik dilakukan. Ia mengutip sabda Nabi Saw.,

“Sesungguhnya Al-quran ini turunkan dengan kesedihan dan kepedihan. Jika kamu membacanya, menangislah. Jika tidak mampu menangis, berusahalah untuk menangis”
Yang buruk ialah menangis atau berusaha untuk menangis karena riya. menangis atau pura-pura menangis untuk memberi kesan kepada orang lain bahwa sedang khusyuk (Tafsir Al-Manar,Juz VIII:31).

Dalam Islam, menangis bukan lambang keputus-asaan.
Menangis mengungkapkan kelembutan hati untuk menerima petunjuk Tuhan.
Share:

Monday, April 11, 2016

Bangun Pagi

Diadaptasi dari Benri Jaisyurahman.
Semoga dapat saling mengingatkan dalam kebaikan
Dan diterapkan dalam kehidupan.

Perbaikan kualitas generasi selayaknya dimulai dengan kebiasaan bangun pagi.
Sebab generasi yang unggul bermula dari masygulnya (kesibukan) di pagi hari.
Dan kebiasaan bangun pagi, memang hendaklah dimulai sejak dini.

Apabila terbiasa bangun siang, maka keberkahan hidup akan melayang.
Aktifitas rohani pun menjadi jarang, perilakupun menjadi jalang.
Bangun pagi selalu tertunda, Sholat subuh di waktu dhuha,
Sehingga banyak melamun tak ada guna.

Apabila sudah terlanjur terbiasa kesiangan, fokus lakukan perbaikan.
Jangan hanya dapat marah dan menyalahkan.
Batasi kesenangan yang diidamkan.
Ajak pula orang terdekat untuk membantu mengingatkan.

Mulailah dengan malam yang berkualitas.
Dengan tidak terjaga di ambang batas.
Harus buat peraturan yang tegas.
Kapan harus terjaga, dan kapan harus pulas.

Setelah isya datang, jangan lakukan aktivitas fisik berlebihan.
Gantikan itu dengan aktifitas yang menenangkan.
Seperti membaca atau berbagi perasaan yang berkesan.
Mulai dari cerita aktivitas harian sampai evaluasi diri jika ada yang tak berkenan.
Lakukan hal tersebut dengan orang terdekat, sekaligus dapat menjadi sarana pengajaran.

Tutup aktivitas malam dengan tilawah.
Agar tidur dengan membawa kalimat Allah pemberi rahmah.
Dan terekam dalam memori sepanjang hayah.
Bangunkan pula pagi kita dengan kalimat illahi.
Agar pagi kita selalu diberkahi.
Karena bisikan dengan lembut ini dapat tembus ke hati.

Jika telah terjaga, lakukan aktifitas olah jiwa dan raga.
Agar raga tak kembali pada kasur yang menggoda.
Coba lakukan selama 2 minggu menjadi sebuah pola.
Agar lama-lama diri menjadi terbiasa.
InsyaAllah, nantinya akan bangun dengan sendirinya.
Sebab tubuh telah menyesuaikan dan menjadi sebuah pola.

Salam, Rifda Rahman.
Share:

Wednesday, March 23, 2016

Karir Terbaik

 The best thing a girl can be is a good wife and mother.
It the girl's Highest calling. And i hope i am ready.
- Nancy E Turner -

Yes, I Hope I am Ready !
Full time to be a wife and mom and part time tobe a business woman. 
because to be a good wife and mom is a long life education.
because to be a woman should strive to the best and ready to the worst.

Karena wanita mempengaruhi siapa suaminya,
Wanita jelas akan menjadi karakter siapa anakanya.
-Felix Siauw-

Salam, Rifda Rahman.
Share:

Monday, March 21, 2016

CONVERSE.table

Kamu yang pertama,
Yang aku beli dengan usaha.
Jadi panitia anak gaul dijamannya,
Selama tiga bulan lamaya.
Walaupun hasilnya cuma recehan rupiah.
ternyata lama-lama bisa dituker sama kamu juga.
Eh, udah Genap tiga tahun sudah kita bersama.
Dan akhirnya kamu menyerah juga.
Terimakasih ya untuk perjuangannya
Jadi media pelindung saya dalam melangkah.

Salam, Rifda Rahman.
Share: