Saturday, July 9, 2016

Berusaha Menangis

Pernah dengar Tabaki?

Tabaki itu berusaha menangis yang dianjurkan Nabi untuk melembutkan hati.
Allah menggambarkan orang-orang salih dengan menyebutkan
"… Bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih, mereka rebah bersujud dan menangis” (QS 19:58)
"mereka merebahkan diri atas muka mereka sambil menangis dan bertambahlah kekhusyukan mereka” (QS 17:109)

Mereka dengan mudah menangis, karena hati mereka sudah sangat lembut.
Tetapi kepada orang biasa, yang sukar menangis, Nabi menasihatkan untuk tabaki.

Jadi, Islam itu mengajarkan kecengengan, keputusasaan, dan ketidak-berdayaan?
Jadi, Islam itu menanamkan pesimisme ? bukan ketabahan, kesabaran, dan keuletan?
Karena rentetan pernyataan ini, sebagian ulama, seperti as-Sakhawi, membid’ahkan tabaki.

Namun, Sayyid Rasyid Ridha, yang dikenal sebagi penentang bid’ah yang paling militan, untuk menolak anggapan ini. Ia menyatakan bahwa menangis dan merekayasa diri supaya menangis sehingga khusyuk sangat baik dilakukan. Ia mengutip sabda Nabi Saw.,

“Sesungguhnya Al-quran ini turunkan dengan kesedihan dan kepedihan. Jika kamu membacanya, menangislah. Jika tidak mampu menangis, berusahalah untuk menangis”
Yang buruk ialah menangis atau berusaha untuk menangis karena riya. menangis atau pura-pura menangis untuk memberi kesan kepada orang lain bahwa sedang khusyuk (Tafsir Al-Manar,Juz VIII:31).

Dalam Islam, menangis bukan lambang keputus-asaan.
Menangis mengungkapkan kelembutan hati untuk menerima petunjuk Tuhan.
Share:

0 comments:

Post a Comment