Thursday, December 28, 2017

Manah !

Buat yang kemaren nanya ..
Manah dimana ? Bayarnya berapa ?
Gimana rasanya manah ?
Yuk sekarang cobain bareng-bareng.

Bissmillah.
Open Recruitment untuk pelaksanaan tgl 07 Januari 2018
.
Syarat:
1. Usia minimal 7th (anak-anak) , untuk yg dewasa usia tak terbatas.
2. Belum berpartisipasi / tergabung dalam komunitas / club panahan manapun.
3. Membawa peralatan panah (bagi yg sudah punya)
4. Maksimal 2 bulan setelah bergabung harus memiliki busur panah pribadi. (Bagi yg blm punya)
5. Busur panah yang direkomendasikan adalah tipe busur Horsebow dan Longbow. (Apapun bahannya, pvc ,fiber , laminasi, dll)
6. Bersedia dibina dan dilatih untuk sama2 belajar memanah.
.
Hari : Minggu
Jam: 08:00 WIB
Tanggal: 7 Januari 2018
Tempat: Lapangan Kebonsari belakang Puskesmas Kebonsari​
Jl. Kebonsari Manunggal No.32. https://goo.gl/maps/sVcLQKEz6ir
.
- Membawa copy identitas diri sebanyak 2 (dua)  lembar
- Anak2 menyertakan copy KK 2(dua)  lembar
- Mengisi infaq registrasi sebesar 50rb (sekali seumur hidup)
.
Panjenengan akan kami berikan wawasan tentang apa itu Kurma...  siapa saja anggotanya..  bagaimana latihannya... busur panahnya..  semua akan kami beritahukan di sesi briefing.
Lalu bila panjenengan bersedia bergabung dan berseda mematuhi aturan-aturan komunitas dan aturan safety ketika di lapangan..  Maka baru anda kami persilahkan untuk membayar infaq dan menyerahkan data diri sebagai tanda bergabung di keanggotaan.
.
Info : 0838 3066 3807 (Nandha)
.
Siapkan cemilan terbaik karena lokasi jauh dari warung makan.

intinya tanggal 7 besok, temen-temen bisa coba dulu.

kalau srek gabung, kalau gak srek cabut cantik.

aktivitas manah kita ini, dasarnya dinaungi komunitas.
nama komunitasnya KURMA (komunitas belajar memanah).
jadi sesama anggota kita sama-sama saling belajar.
sebenernya komunitas panahan di Surabaya banyak lo.
SWAT, SSC, KURMA, Srikandi Archery dan sejenisnya.
tinggal pilih aja, cocok sama jadwal dan tempat latihannya dimana.

Bayangan pertamaku, manah itu ya gitu-gitu aja.
tinggal fokus mbidik sasaran, dan kelarlah sudah.
tapi ternyata hehe ...
olahraga ini butuh tenaga juga ya,
apalagi untuk narik busur panahnya.
salah-salah bisa cedara.
dan lagi serunya itu lo bikin nagih buat terus latihan.

untuk pelajar macem awak ini, mungkin awalnya yang paling berasa ketarik itu dompet kali ya.
gara-gara kalap beli alat tempur dan aksessorisnya.
tapi tenang ternyata banyak alternatif hemat buat dapat peralatanya.
awalnya kita bisa pinjem dulu, sembari nabung buat punya sendiri alatnya.
selanjutnya rasakan sendirilah greget dan manfaat istiqomah latihan manah.
meskipun sampai sekarang, saya belum titis sih mbidik sasaran.

yuk manah,
Kenapa sih manah ?
Soalnya sehat iya, nyunah iya dan iya iya lainnya.

oh iya, untuk yang kemarin tanya "emang perempuan manah boleh?
semoga tulisan di link ini bisa menjawab juga ya 
https://muslim.or.id/34690-hukum-olahraga-memanah-dan-berkuda-bagi-wanita.html

cukup sekian infonya, Semoga bermafaat ya.

Salam, Rifda Rahman.
Share:

Thursday, February 9, 2017

3 Juta / 7 Hari (1)

“Lakukanlah perjalanan keluar dari kampungmu untuk mencari keutamaan, karena didalamnya terdapat sepuluh faedah. Salah duanya adalah mendapatkan ilmu dan meraih adab. Mendapatkan ilmu, Kebiasaan para ulama salaf terdahulu dari kalangan sahabat, tabi’in dan orang-orang setelah mereka adalah melakukan perjalanan jauh untuk menimba ilmu, bahkan tak sedikit diantara mereka yang menempuh perjalanan berbulan-bulan hanya untuk mencari satu hadits. Kisah-kisah tentang mereka begitu banyak sekali. Meraih adab, Tatkala ia melihat keindahan adab dan akhlak para ulama dan orang-orang sholeh yang tak ada dikampung halamannya, maka ia akan menirunya dan terpengaruh olehnya”

Nah,
Kurang lebih gitu kata caption instagram aku, ada lanjutanya sebenernya. Tapi karena rasanya terlalu panjang kalau jadi caption jadi, mari kami lanjutkan disini. Kalau katanya bang Abu Alya diBlog sebelah 10 faedah yang bisa kami dapet selama safar adalah menghilangkan kesumpekan, mengais rezeki, mendapatkan ilmu, meraih adab, bertemu teman, menyehatkan badan, mengangkat kedudukan, menuai pahala dan terkabulnya doa. Jadi, yuk jalan!

Perjalanan ini diisi  empat personil aku, Dede, Silfi dan Wahyu. Cerita dimulai dari tawaran tiket promo Jakarta-Singapura 700rb yang didapat sama si Wahyu waktu kami lagi makan bareng. Celetuk aja bilang, yok berangkat! Dan akhirnya kami coba diskusi kami mau kemana dan bisanya hari apa. Hari selanjunya kami coba buat tanya ke penjualnya, tapi ternyata tiketnya udah abis. Kami coba cari alternatif lain, alhasil kami dapat tiket pesawat Air Asia Solo-Kuala Lumpur 300rb, Singapura-Jakarta 500rb dan tiket kereta Surabaya-Solo & Jakarta-Surabaya 210rb. Jadi total uang yang kami keluarkan untuk tiket pesawat dan kereta 1.010.000,-. Sebelum kami ambil tiket, kami bikin komitmen nih dari awal kalau budget traveling kami maksimal 3juta untuk semua-muanya untuk setiap orang (mulai dari transport, jajan, biaya tak terduga sampai oleh-oleh).  Alhasil walhasil, kami ambil deh tiketnya, dan keesokan harinya maskapai tetangga, Jet Star buka promo tiket PP SBY-KL 300.000,-
hmmmm okelah, gak usah dipikir! Aku Rapopo L buat pelajaran selanjutnya. Lanjut!!!

Kami mulai merencanakan destinasi mana yang akan kami singgahi selama 24-30 Januari 2017. Refrensi perjalanan kami dapatkan dari buku hingga blog-blog traveling, Alhasil banyak banget pilihan yang harus kami seleksi. Apalagi untuk penginapan, hahaha ada mungkin kita ganti sampai belasan kali. Akhirnya pilihan kami jatuh pada Allexis di Kuala Lumpur 2 malam dan Red Guest House di Malaka 1 malam. Untuk meminimalisir budget, kami memilih untuk melakukan perjalanan di malam hari, lumayan kan nginepnya selama di bus.  Dan ternyata ada sunnahnya juga loo “Hendaklah kalian berpergian pada waktu malam, karena seolah-olah bumi itu dilipat pada waktu malam” (HR. Abu Dawud no.2571, alhakim II/114, I/445, Hasan). Ini rencana perjalanan kami waktu, kalau dihitung 83% destinasi dari yang direncanakan udah kami kunjungi. realisasinya kurang lebih hampir sama dengan rencana walaupun ada yang dimodifikasi dilapangan. Mungkin ini bisa jadi refrensi untuk yang akan pergi esok hari. 




Semoga membantu.
Salam, Rifda Rahman.

Share:

Sunday, August 21, 2016

MUSRENBANG (Bagian 2)


I still remember, since then i have a dream which encourage my self to study abroad. Study on Universitas of Technology Sydney or one of University in Thailand. But the reality was different. I continue my master degree in the same Institut of Technology which i get my bachelor. It was about opportunity that i had to choose.

The first reason why i want to get my master in Australia, specially Sydney. Sydney have better eduction than other country about Environmental Engineering. But, My weakneses is about english. Learning English is very difficult for me. For example is Writing and speaking. I am trying to join some of the courses but the result is nothing. I can not improve my English.

Jadi, rencana kedua saya adalah melanjutkan pendidikan saya di Asia dan Thailand yang menjadi pilihan saya.
Kenapa Thailand? karena . . .
Entah bagaimana awalnya, ketertarikan dengan Thailand dimulai karena pada tahun terakhir kuliah, saya rutin mengkonsumsi film Thailand. Semua gender film Thailand yang telah saya tonton, mulai dari horror; action; drama cinta-cintaan yang berakhir tangis; sampai film yang memotivasi selalu menyajikan tawa.
Ya ya ya ...
Itu mungkin karena accent dialectnya yang mengundang tawa bagi saya.
Karena itu saya rasa kalau saya kuliah di Thailand, lingkungannya akan sangat menyenangkan.
Mimpi itu saya tulis rapi di daftar mimpi saya tapi lama tak pikirkannya karena saya sudah dengan kuliah saya yang baru.

Until my friend, Wahyu tell me about Joint Workshop Global Engginer (JWGE) 2016. JWGE is the event to conferences and 3MT competition in level of ASEAN. They allow students from Indonesia, Japan and Malaysia to come in Thailand to present our project also with all of the background. I apply those competition in the last minute after Ica. so, I just have 3 hours to prepare the requirement and can you imagine that?

Mengadaptasi Kompetisi Three Minutes Theses (3MT) di Quensland Australia adalah mekanisme seleksi yang dilakukan panitia untuk seleksi JWGE. Intinya kompetisi adalah sebuah media, dimana kita harus mempresentasikan penelitian kita selama 3 Menit dalam bahasa Inggris dan harus dipahami oleh khalayak umum.  Karena persiapan yang terburu-buru, jadi waktu seleksi sempat ragu.

But, Alhamdulillah. I never think that i can get those opportunity where as i do not have enough time to prepare that. Finally, i make short conclusion that if we think it can make us sucess do not think twice. Just try it first and you will know the result. Brave to try something different. Because this is the first Time for me joint the event like this.

 JWGE 2016 Participant at King Mongkut's University Of Technology Thonburi


~ yaelah mimpinya ke Thailand doang ~

wait wait wait bukan itu intinya

Kalau kata orang ini itu namanya "biarlah tangan tuhan yang bekerja" *asek*
Tulis, Tulis, Tulis, Tulis dan Tulis apa yang jadi mau kita, 
kalau cuma dibayangin nanti ngilang karena lupa.
Selanjutnya ranah kita hanya sebatas usaha ditambah doa.
Nah, urusan jadi atau enggak itu udah bukan bagian kita.
sekecil apapun mimpi kita tapi kalau apa yang kita tulis jadi nyata,
itu rasanya lebih gimana gitu.

Dulu pikir saya ini (nulis mimpi) cuma salah satu cara untuk menyemangati anak-anak muda yang mau ketemuan sama ujian. oh ternyata beneran kejadian sama saya.

Lewat jalan ini saya bisa belajar salah satu kompetisi yang lahir di Australia,
Lewat jalan ini saya bisa mampir ke Thailand (negara yang bakal bisa bikin aku hepiii terus kalau aku kuliah disana hahahaha) 
dan lewat cara ini juga saya bisa mencoret salah satu keinginan saya. Banyak cara dan jalan yang Tuhan punya, Dan ini juga cara Allah mewujudkan keinginan saya.

Salam, Rifda Rahman.
Share:

Saturday, July 9, 2016

Berusaha Menangis

Pernah dengar Tabaki?

Tabaki itu berusaha menangis yang dianjurkan Nabi untuk melembutkan hati.
Allah menggambarkan orang-orang salih dengan menyebutkan
"… Bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih, mereka rebah bersujud dan menangis” (QS 19:58)
"mereka merebahkan diri atas muka mereka sambil menangis dan bertambahlah kekhusyukan mereka” (QS 17:109)

Mereka dengan mudah menangis, karena hati mereka sudah sangat lembut.
Tetapi kepada orang biasa, yang sukar menangis, Nabi menasihatkan untuk tabaki.

Jadi, Islam itu mengajarkan kecengengan, keputusasaan, dan ketidak-berdayaan?
Jadi, Islam itu menanamkan pesimisme ? bukan ketabahan, kesabaran, dan keuletan?
Karena rentetan pernyataan ini, sebagian ulama, seperti as-Sakhawi, membid’ahkan tabaki.

Namun, Sayyid Rasyid Ridha, yang dikenal sebagi penentang bid’ah yang paling militan, untuk menolak anggapan ini. Ia menyatakan bahwa menangis dan merekayasa diri supaya menangis sehingga khusyuk sangat baik dilakukan. Ia mengutip sabda Nabi Saw.,

“Sesungguhnya Al-quran ini turunkan dengan kesedihan dan kepedihan. Jika kamu membacanya, menangislah. Jika tidak mampu menangis, berusahalah untuk menangis”
Yang buruk ialah menangis atau berusaha untuk menangis karena riya. menangis atau pura-pura menangis untuk memberi kesan kepada orang lain bahwa sedang khusyuk (Tafsir Al-Manar,Juz VIII:31).

Dalam Islam, menangis bukan lambang keputus-asaan.
Menangis mengungkapkan kelembutan hati untuk menerima petunjuk Tuhan.
Share: