Wednesday, December 16, 2015

Nanti Ayah

Ayah
Jika nanti saatnya tiba,
Akan ada seseorang yang menemuimu
Dia akan gantikan posisimu sebagai imamku
Mengambil alih tugasmu untuk menjagaku
Meneruskan perjuanganmu dan membimbingku
Menafkahiku seperti apa yang kau lakukan padaku
Menyanggupi amanah darimu tentang penghidupanku.
Memikul dosa yang selama ini kau pikul terhadapku.

Ayah
Walaupun dia nanti telah menjemputku.
Kau tetap Raja di hatiku.
Kau tetap tauladan bagiku.
Pria kebanggaan nomor satu.
Sumber inspirasi dan selalu akan begitu.

Ayah
Engkau pasti paham, bahwasannya sebagai wanita kelak aku akan menjadi istri.
Dan selama masih dalam koridor haruslah aku lebih memilih suami untuk dipatuhi.
Sehingga ijinkan untuk aku lebih patuh padanya nanti.
Karena melalui ini pula caraku kepadamu untuk berbakti.

Ayah
Doakan anakmu yang sedang bersiap untuk itu.
Walaupun kami tak saling tau.
Melalui tahajud, kami saling meminta.
Melalui istiqomah, kami saling menunggu.
Melalui istikharoh, kami saling memilih.
Dan setelah melalui ijab denganmu kami akan bertemu.

Ayah
Ijinkan aku menebus kesalahan dimasa lalu.
Karena aku telah memanen ladang dosa untukmu.
Dan semoga dengan memilihnya nanti aku dapat menjadi pemberat amalanmu.

Salam,
Rifda Rahman.
Share:

Sunday, November 8, 2015

Jangan Lupa Sebut Nama-ku

Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga.
Dan mereka tak menjumpai sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama ketika di dunia.
Lalu mereka bertanya tentang sahabatnya kepada Allah SWT.

"Yaa Rabb ... Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami sewaku di dunia. yang solat bersama kami, yang berpuasa bersama kami, dan yang berjuang bersama kami ?"

Maka Allah berfirman : "Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabat mu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah" (HR. Ibnu Mubarak dalam kitab Az-Zuhd)

Al-Hasan Al-Bashri (ulama dan cendekiawan muslim yang hidup pada masa awal kekhalifahan Umayyah) berkata, "Perbanyaklah sahabat-sahabat Mu'min-mu, karena mereka memiliki syafa'at pada hari kiamat"

Ibnul Jauzi (seorang ahli fikih yang merupakan tokoh penting dalam berdirinya kota Baghdad dan pedakwah mazhab Sunni Hanbali yang terkemuka di masanya) pernah berpesan pula kepada sahabat-sahabatnya dengan air mata "Jika nanti kalian tidak menemukan aku di surga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku. "Wahai Rabb kamu .. hamba-Mu fulan. sewaktu didunia selalu mengingatkan kamu tentang Engkau. maka masukkanlah dia bersama kami di Surga-Mu"

Sahabat, Semoga engkau juga sebut namaku di sana.

Salam,
Rifda Rahman.


Share:

Friday, November 6, 2015

Bicara Soal C I N T A

Cinta itu Anugrah.
Merasakannya adalah fitrah dan menjaganya adalah ibadah.
Karena sesungguhnya jatuh cinta itu adalah mubah.
Dan dengan menyikapi cinta, dapat menjadi pahala yang berlimpah.
Atau malah menjatuhkan kita dalam dosa dan juga musibah.

Karena Cinta itu adalah sebuah anugrah yang luar biasa,
Aku "belajar" memilih untuk memuliakan cinta.
Menjauhkan diri dari cara-cara yang nista dan meletakkannya sesuai aturan sang pencipta.
Belajar mencitai kerena-Nya karena cinta yang sesuangguhnya adalah milik-Nya.

Cintai karena-Nya
Dengan mencintai karena-Nya, maka kita pasti akan terus mencari hak dan kewajiban kita.
Mencoba terus, terus, terus, dan terus untuk menjadi sempurna.
Karena yang dicinta adalah yang maha sempurna.
Share: