“Lakukanlah perjalanan
keluar dari kampungmu untuk mencari keutamaan, karena didalamnya terdapat
sepuluh faedah. Salah duanya adalah mendapatkan ilmu dan meraih adab. Mendapatkan
ilmu, Kebiasaan para ulama salaf terdahulu dari kalangan sahabat, tabi’in dan orang-orang
setelah mereka adalah melakukan perjalanan jauh untuk menimba ilmu, bahkan tak
sedikit diantara mereka yang menempuh perjalanan berbulan-bulan hanya untuk
mencari satu hadits. Kisah-kisah tentang mereka begitu banyak sekali. Meraih
adab, Tatkala ia melihat keindahan adab dan akhlak para ulama dan orang-orang
sholeh yang tak ada dikampung halamannya, maka ia akan menirunya dan
terpengaruh olehnya”
Nah,
Kurang lebih gitu kata caption instagram aku, ada lanjutanya sebenernya. Tapi
karena rasanya terlalu panjang kalau jadi caption
jadi, mari kami lanjutkan disini. Kalau katanya bang Abu Alya diBlog
sebelah 10 faedah yang bisa kami dapet selama safar adalah menghilangkan
kesumpekan, mengais rezeki, mendapatkan ilmu, meraih adab, bertemu teman,
menyehatkan badan, mengangkat kedudukan, menuai pahala dan terkabulnya doa. Jadi,
yuk jalan!
Perjalanan ini diisi empat
personil aku, Dede, Silfi dan Wahyu. Cerita dimulai dari tawaran tiket promo
Jakarta-Singapura 700rb yang didapat sama si Wahyu waktu kami lagi makan bareng.
Celetuk aja bilang, yok berangkat! Dan akhirnya kami coba diskusi kami mau
kemana dan bisanya hari apa. Hari selanjunya kami coba buat tanya ke penjualnya,
tapi ternyata tiketnya udah abis. Kami coba cari alternatif lain, alhasil kami
dapat tiket pesawat Air Asia Solo-Kuala Lumpur 300rb, Singapura-Jakarta 500rb
dan tiket kereta Surabaya-Solo & Jakarta-Surabaya 210rb. Jadi total uang
yang kami keluarkan untuk tiket pesawat dan kereta 1.010.000,-. Sebelum kami
ambil tiket, kami bikin komitmen nih dari awal kalau budget traveling kami
maksimal 3juta untuk semua-muanya untuk setiap orang (mulai dari transport, jajan, biaya tak terduga sampai oleh-oleh). Alhasil walhasil, kami ambil deh tiketnya,
dan keesokan harinya maskapai tetangga, Jet Star buka promo tiket PP SBY-KL
300.000,-
hmmmm okelah, gak usah dipikir! Aku Rapopo L buat
pelajaran selanjutnya. Lanjut!!!
Kami mulai merencanakan destinasi mana yang akan kami singgahi selama
24-30 Januari 2017. Refrensi perjalanan kami dapatkan dari buku hingga
blog-blog traveling, Alhasil banyak banget pilihan yang harus kami seleksi. Apalagi
untuk penginapan, hahaha ada mungkin kita ganti sampai belasan kali. Akhirnya pilihan
kami jatuh pada Allexis di Kuala Lumpur 2 malam dan Red Guest House di Malaka 1
malam. Untuk meminimalisir budget, kami memilih untuk melakukan perjalanan di
malam hari, lumayan kan nginepnya selama di bus. Dan ternyata ada sunnahnya juga loo “Hendaklah
kalian berpergian pada waktu malam, karena seolah-olah bumi itu dilipat pada
waktu malam” (HR. Abu Dawud no.2571, alhakim II/114, I/445, Hasan). Ini rencana
perjalanan kami waktu, kalau dihitung 83% destinasi dari yang direncanakan udah
kami kunjungi. realisasinya kurang lebih hampir sama dengan rencana walaupun ada yang dimodifikasi dilapangan. Mungkin ini bisa jadi refrensi untuk yang akan pergi esok hari.
Semoga membantu.
Salam, Rifda Rahman.


