Diadaptasi
dari Benri Jaisyurahman.
Semoga dapat
saling mengingatkan dalam kebaikan
Dan
diterapkan dalam kehidupan.
Perbaikan
kualitas generasi selayaknya dimulai dengan kebiasaan bangun pagi.
Sebab generasi
yang unggul bermula dari masygulnya (kesibukan)
di pagi hari.
Dan kebiasaan
bangun pagi, memang hendaklah dimulai sejak dini.
Apabila
terbiasa bangun siang, maka keberkahan hidup akan melayang.
Aktifitas
rohani pun menjadi jarang, perilakupun menjadi jalang.
Bangun
pagi selalu tertunda, Sholat subuh di waktu dhuha,
Sehingga
banyak melamun tak ada guna.
Apabila
sudah terlanjur terbiasa kesiangan, fokus lakukan perbaikan.
Jangan hanya
dapat marah dan menyalahkan.
Batasi
kesenangan yang diidamkan.
Ajak pula
orang terdekat untuk membantu mengingatkan.
Mulailah
dengan malam yang berkualitas.
Dengan
tidak terjaga di ambang batas.
Harus
buat peraturan yang tegas.
Kapan
harus terjaga, dan kapan harus pulas.
Setelah
isya datang, jangan lakukan aktivitas fisik berlebihan.
Gantikan
itu dengan aktifitas yang menenangkan.
Seperti membaca
atau berbagi perasaan yang berkesan.
Mulai dari
cerita aktivitas harian sampai evaluasi diri jika ada yang tak berkenan.
Lakukan hal
tersebut dengan orang terdekat, sekaligus dapat menjadi sarana pengajaran.
Tutup aktivitas
malam dengan tilawah.
Agar tidur
dengan membawa kalimat Allah pemberi rahmah.
Dan terekam
dalam memori sepanjang hayah.
Bangunkan
pula pagi kita dengan kalimat illahi.
Agar pagi
kita selalu diberkahi.
Karena bisikan
dengan lembut ini dapat tembus ke hati.
Jika
telah terjaga, lakukan aktifitas olah jiwa dan raga.
Agar raga
tak kembali pada kasur yang menggoda.
Coba lakukan
selama 2 minggu menjadi sebuah pola.
Agar
lama-lama diri menjadi terbiasa.
InsyaAllah,
nantinya akan bangun dengan sendirinya.
Sebab
tubuh telah menyesuaikan dan menjadi sebuah pola.Salam, Rifda Rahman.