Monday, April 11, 2016

Bangun Pagi

Diadaptasi dari Benri Jaisyurahman.
Semoga dapat saling mengingatkan dalam kebaikan
Dan diterapkan dalam kehidupan.

Perbaikan kualitas generasi selayaknya dimulai dengan kebiasaan bangun pagi.
Sebab generasi yang unggul bermula dari masygulnya (kesibukan) di pagi hari.
Dan kebiasaan bangun pagi, memang hendaklah dimulai sejak dini.

Apabila terbiasa bangun siang, maka keberkahan hidup akan melayang.
Aktifitas rohani pun menjadi jarang, perilakupun menjadi jalang.
Bangun pagi selalu tertunda, Sholat subuh di waktu dhuha,
Sehingga banyak melamun tak ada guna.

Apabila sudah terlanjur terbiasa kesiangan, fokus lakukan perbaikan.
Jangan hanya dapat marah dan menyalahkan.
Batasi kesenangan yang diidamkan.
Ajak pula orang terdekat untuk membantu mengingatkan.

Mulailah dengan malam yang berkualitas.
Dengan tidak terjaga di ambang batas.
Harus buat peraturan yang tegas.
Kapan harus terjaga, dan kapan harus pulas.

Setelah isya datang, jangan lakukan aktivitas fisik berlebihan.
Gantikan itu dengan aktifitas yang menenangkan.
Seperti membaca atau berbagi perasaan yang berkesan.
Mulai dari cerita aktivitas harian sampai evaluasi diri jika ada yang tak berkenan.
Lakukan hal tersebut dengan orang terdekat, sekaligus dapat menjadi sarana pengajaran.

Tutup aktivitas malam dengan tilawah.
Agar tidur dengan membawa kalimat Allah pemberi rahmah.
Dan terekam dalam memori sepanjang hayah.
Bangunkan pula pagi kita dengan kalimat illahi.
Agar pagi kita selalu diberkahi.
Karena bisikan dengan lembut ini dapat tembus ke hati.

Jika telah terjaga, lakukan aktifitas olah jiwa dan raga.
Agar raga tak kembali pada kasur yang menggoda.
Coba lakukan selama 2 minggu menjadi sebuah pola.
Agar lama-lama diri menjadi terbiasa.
InsyaAllah, nantinya akan bangun dengan sendirinya.
Sebab tubuh telah menyesuaikan dan menjadi sebuah pola.

Salam, Rifda Rahman.
Share: